Dipublikasikan: 30 Oktober 2026
Terakhir diperbarui: 2 November 2026
Dipublikasikan: 30 Oktober 2026
Terakhir diperbarui: 2 November 2026
Consciousness merupakan salah satu persoalan paling mendasar sekaligus paling kompleks dalam sejarah pemikiran manusia. Sejak masa filsafat kuno hingga perkembangan ilmu pengetahuan modern, manusia terus berusaha memahami pengalaman subjektif yang menyertai keberadaannya: bagaimana seseorang menyadari dirinya sendiri, mengalami dunia di sekitarnya, merasakan sesuatu, mengingat masa lalu, membayangkan masa depan, serta membentuk pengalaman batin yang tidak dapat diamati secara langsung oleh orang lain. Persoalan ini tidak hanya menyangkut kemampuan manusia untuk berpikir, tetapi juga berkaitan dengan pengalaman menjadi subjek yang mengalami kehidupan dari sudut pandang orang pertama.
Consciousness atau kesadaran merupakan fenomena yang berkaitan dengan keberadaan pengalaman subjektif dalam kehidupan mental suatu individu. Kesadaran memungkinkan seseorang mengalami berbagai keadaan mental, seperti merasakan sakit, melihat warna, mendengar suara, merasakan emosi, mengingat peristiwa, membayangkan sesuatu, serta menyadari keberadaan dirinya sendiri. Pengalaman tersebut memiliki karakteristik subjektif karena selalu dialami dari sudut pandang tertentu, yakni sudut pandang individu yang mengalaminya. Ketika seseorang melihat warna merah, misalnya, terdapat pengalaman visual yang menyertai proses penglihatan tersebut. Pengalaman inilah yang menjadi salah satu aspek utama dalam pembahasan kesadaran.
Dalam filsafat pikiran (philosophy of mind), kesadaran sering dikaitkan dengan fenomenalitas, yaitu karakter pengalaman sebagaimana dirasakan oleh subjek yang mengalaminya. Thomas Nagel melalui esainya What Is It Like to Be a Bat? (1974) mengemukakan bahwa suatu makhluk memiliki kesadaran apabila terdapat sesuatu yang dirasakan ketika menjadi makhluk tersebut. Gagasan ini menyoroti bahwa pengalaman sadar tidak cukup dijelaskan hanya melalui deskripsi perilaku atau proses biologis dari sudut pandang pengamat eksternal. Ada dimensi pengalaman orang pertama (first-person experience) yang perlu diperhitungkan ketika membicarakan kesadaran.
Kesadaran juga memiliki sejumlah dimensi yang saling berkaitan. Salah satunya adalah kesadaran fenomenal (phenomenal consciousness), yang merujuk pada kualitas subjektif suatu pengalaman, seperti rasa sakit, kenikmatan, warna, dan suara. Dimensi lainnya adalah kesadaran akses (access consciousness), yaitu keadaan ketika informasi mental tersedia untuk digunakan dalam penalaran, pengambilan keputusan, pengendalian tindakan, dan pelaporan verbal. Selain itu, terdapat kesadaran diri (self-consciousness), yakni kemampuan subjek untuk mengenali dirinya sebagai individu yang memiliki pengalaman, pikiran, dan keadaan mental tertentu. Ketiga dimensi tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk atau tingkat yang sama, sehingga para peneliti membedakannya untuk memahami berbagai aspek kehidupan sadar.
Dalam neurosains dan ilmu kognitif, kesadaran diteliti melalui hubungan antara aktivitas otak dan pengalaman subjektif. Penelitian berusaha mengidentifikasi mekanisme saraf yang memungkinkan informasi menjadi tersedia bagi pengalaman sadar, termasuk peran perhatian, memori kerja, integrasi informasi, dan komunikasi antarkawasan otak. Berbagai teori seperti Global Neuronal Workspace Theory dan Integrated Information Theory menawarkan penjelasan berbeda mengenai proses yang mendasari kesadaran. Meskipun demikian, menemukan korelasi antara aktivitas saraf dan pengalaman sadar belum sepenuhnya menjawab bagaimana proses fisik tersebut menghasilkan pengalaman subjektif.
Dalam perkembangannya, istilah consciousness tidak hanya digunakan untuk membahas manusia, tetapi juga menjadi bagian dari penelitian mengenai kesadaran hewan, kemungkinan kesadaran pada sistem kecerdasan buatan, serta berbagai keadaan kesadaran yang berubah akibat tidur, mimpi, meditasi, anestesi, atau penggunaan zat psikoaktif. Perluasan objek kajian ini memperlihatkan bahwa kesadaran memiliki persoalan yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan berpikir atau mengenali diri. Pembahasannya mencakup hubungan antara pengalaman, proses mental, aktivitas biologis, dan realitas yang memungkinkan suatu subjek mengalami sesuatu.
Berikut ensiklopedia teori dan konsep consciousness :